Sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek, Di Indonesia untuk melakukan permohonan pendaftaran merek, harus memuat kelas barang dan/atau jasa. Merujuk pada Permenkumham No. 67 Tahun 2016 Tentang Pendaftaran Merek, dikatakan bahwa Permohonan pendaftaran merek dapat diajukan lebih dari 1 (satu) kelas barang dan/atau jasa dalam satu Permohonan. Dimana ketentuan mengenai kelas barang dan/atau jasa berpedoman pada sistem klasifikasi internasional barang dan jasa untuk pendaftaran merek.

Sistem klasifikasi barang dan jasa untuk pendaftaran merek merupakan suatu sistem pengelompokan secara Internasional yang dikeluarkan oleh World Intellectual Property Organization (WIPO) melalui International Bureau yang dinamakan dengan Nice Classification. Sistem klasifikasi ini digunakan untuk membedakan jenis barang dan jasa pada setiap permohonan merek. Pengelompokan atau pengklasifikasian tersebut dibagi menjadi 2 (dua) yaitu:

  1. Kelas barang yaitu kelas barang terdiri dari 34 (tiga puluh empat) kelas yaitu dari kelas 1 (satu) sampai dengan kelas 34 (tiga puluh empat).
  2. Kelas jasa yaitu kelas jasa terdiri dari 11 (sebelas) kelas yaitu dari kelas 35 (tiga puluh lima) sampai dengan kelas 45 (empat puluh lima).

Klasifikasi barang maupun jasa berdasarkan Nice Classification berubah dan terbit dalam setiap edisi selama 5 (lima) tahun sekali. Namun demikian perubahan jenis-jenis barang maupun jasa dapat berlangsung setiap tahun. Sistem klasifikasi dapat dilihat dari 2 laman resmi:

  • Sistem klasifikasi WIPO: https://webaccess.wipo.int/mgs/
  • Sistem klasifikasi DJKI: https://skm.dgip.go.id/

Apabila suatu jenis barang tidak dapat diklasifikasikan berdasarkan daftar kelas, daftar penjelasan dan daftar abjad, barang tersebut dapat diklasifikasikan dengan menetapkan kriteria sebagai berikut:

  1. Jenis barang tersebut diklasifikasikan berdasarkan fungsi dan tujuannya. Dalam hal suatu fungsi atau tujuan dari barang tersebut tidak terdapat dalam judul kelas manapun, maka jenis barang jadi tersebut diklasifikasikan dengan cara menganalogi dengan jenis barang jadi lainnya yang sebanding. Namun, apabila tidak ditemukan diperlukan kriteria tambahan lainnya seperti bahan pembuatan jenis barang atau menerapkan metode pengoperasiannya.
  2. Jenis barang jadi yang merupakan obyek komposit multiguna (seperti jam yang dilengkapi radio), maka pengklasifikasian untuk jenis barang tersebut dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi dan tujuan utama jenis barang tersebut. Namun demikian jika tidak ditemukan dalam judul kelas manapun, maka ketentuan huruf (a) di atas dapat diterapkan.
  3. Jenis barang berupa bahan mentah, baik yang belum dikerjakan maupun yang setengah jadi, pada prinsipnya dapat diklasifikasikan berdasarkan bahan pembuatannya.
  4. Jenis barang yang termasuk menjadi bagian dari jenis barang lain, dapat diklasifikasikan dalam kelas yang sama dengan jenis barang utama atau sama dengan jenis barang tersebut dan jenis barang tersebut tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya. Namun demikian jika tidak ditemukan dalam judul kelas manapun, maka ketentuan huruf (a) di atas dapat diterapkan.
  5. Dalam suatu produk baik berupa barang jadi maupun tidak, dapat diklasifikasikan menurut bahan pembuatannya meskipun dibuat dari bahan atau material yang berbeda, hanya saja barang tersebut tetap diklasifikasikan menurut bahan atau material yang mendominasi.

Sedangkan untuk jenis jasa yang tidak dapat diklasifikasikan berdasarkan daftar kelas, daftar abjad maupun catatan penjelasan, maka jasa tersebut dapat diklasifikasikan dengan menetapkan kriteria sebagai berikut:

  1. Jenis jasa ditunjukkan berdasarkan cabang kegiatan yang ditentukan dalam judul kelas jasa dan dalam catatan penjelasannya atau dengan menganalogikan sesuai dengan jenis jasa serupa yang telah ditunjukkan dalam daftar abjad.
  2. Jasa sewa pada prinsipnya diklasifikasikan dalam kelas yang sama dengan layanan yang disediakan melalui objek sewa, seperti penyewaan telepon termasuk dalam kelas 38 dikarenakan layanan telepon termasuk dalam kelas telekomunikasi.
  3. Jasa pemberian nasihat, informasi, atau konsultasi, pada prinsipnya dapat diklasifikasikan dalam kelas yang sama dengan jenis jasa yang sesuai dengan materi pokok nasihat, informasi, maupun konsultasi. Misalnya, konsultasi yang berkaitan dengan transportasi (kelas 39), konsultasi manajemen bisnis (kelas 35), konsultasi keuangan (kelas 36), konsultasi kecantikan (kelas 44).