Merek sebagai bagian dari cabang hak kekayaan intelektual pada dasarnya dapat dijadikan suatu aset kepemilikan bagi seorang pengusaha sehingga merk dapat beralih berdasarkan undang-undang maupun perjanjian.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis merek yang dapat dialihkan atau beralih adalah merek yang terdaftar karena adanya pewarisan, wasiat, waqaf, hibah, perjanjian atau sebab lainnya yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan.

Mari kita ulas penjelasannya satu persatu!

  1. Pewarisan

Hak atas HKI berupa hak atas merk dapat beralih karena pewarisan terjadi secara otomatis dari pemilik atau pemegang hak selaku pewaris kepada ahli warisnya.

  1. Wasiat

Wasiat terjadi ketika pemberi wasiat meninggal dunia dan meninggalkan wasiat terhadap si penerima wasiat bahwa suatu usaha yang memiliki merk tersebut dialihkan kepada pihak yang diinginkan oleh si pemberi wasiat.

  1. Hibah

Pengalihan hak atas merk melalui hibah dimana selama masa hidupnya menyerahkan HKI kepada penerima hibah secara cuma-cuma.

  1. Perjanjian

Peralihan hak atas merk dapat dilakukan melalui perjanjian yang telah disepakat oleh pemberi hak atas merk dan penerima. Akan tetapi perlu dipahami ya, perjanjian lisensi tidak termasuk ke dalam pengalihan hak atas merk sebagai mana dalam UU Merk ya!

  1. Sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan.

Peralihan hak atas merk dapat dilakukan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, misalnya perubahan kepemilikan merk karena pembubaran badan hukum, restrukturisasi, merger atau akuisisi.

Berdasarkan Pasal 41 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merk dan Indikasi Geografis, setiap pengalihan hak atas merk tersebut harus disertai demgan dokumen yang mendukungnya dan wajib dimohonkan dengan dokumen yang mendukungnya dan wajib dimohkan pencatatannya kepada Direktorat Jendral HKI untuk dicatat dalam Daftar Umum Merek membayar biaya. Pengalihan hak yang tidak dicatatkan dalam Daftar Umum Merek kemudian tidak berakibat hukum kepada pihak ketiga. Pengalihan hak atas merk kemudian dapat diumumkan ke dalam Berita Resmi Merek.

Catat ya, penting bagi Anda untuk mengetahui bahwa hak atas merek  adalah  hak  yang  bersifat  khusus  (exclusive)  yang diberikan  oleh  negara  kepada  pemiliknya  untuk  menggunakan  merek itu sendiri, ataupun melakukan peralihan hak merk yang telah terdaftar. Sehingga pemberian hak khusus yang dimaksud diatas membahwa konsekuensi untuk mendaftarkan merknya, sehingga sifat pendaftaran atas merek  adalah  bersifat wajib  (compulsory).

Jangan lupa daftarkan merek mu ya, jika Anda ragu jangan ragu untuk menghubungi kami.