Pada saat ini perkembangan perekonomian digital Indonesia sangat pesat, seperti yang dikatakan pada artikel Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) ) Kementerian Hukum dan HAM RI (Kemenkumham RI), pesatnya perkembangan dan pertumbuhan teknologi digital khususnya dengan adanya situs belanja elektronik atau e-commerce, hal ini membuat pasar dunia menjadi pasar yang tidak terbatas. Pernyataan ini juga didukung oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Mendag RI) Muhammad Lutfi yang menyatakan perekonomian digital di Indonesia terus tumbuh.

 

“PDB Indonesia besarnya Rp15.400 triliun. Dan dalam 10 atau 9 tahun ke depan, pertumbuhan PDB Indonesia akan tumbuh 1,5 kali lipat menjadi Rp24 ribu triliun. Tapi pada saat yang bersamaan, ekonomi digital kita, terutama daripada perdagangan e-commerce termasuk di dalam situ, akan tumbuh dari Rp632 triliun pada tahun 2020, akan naik 8 kali lipat menjadi Rp 4.531 triliun,” ujar Lutfi dalam Webinar Bisnis Indonesia bertajuk ‘Mid Year Economic Outlook Day #2‘ (07/07/21).

 

Namun dengan pertumbuhan perekonomian digital ini, Indonesia masih memiliki kesadaran yang rendah akan pentingnya pendaftaran merek dalam membangun bisnis. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Freddy Harris juga menyebutkan bahwa hanya ada sekitar 70 ribu pelaku UMKM yang mendaftarkan mereknya dari lebih dari 65 juta pelaku usaha pada tahun 2019 sampai 2021.

 

Merek adalah aset ekonomi bagi pemiliknya, baik perorangan maupun perusahaan (badan hukum) yang dapat menghasilkan keuntungan besar, tentunya bila didayagunakan dengan memperhatikan aspek bisnis dan proses manajemen yang baik. Merek juga memiliki peranan peranan penting bagi kelancaran dan peningkatan perdagangan barang atau jasa dalam kegiatan perdagangan dan investasi. Menurut buku yang berjudul Pelindungan Merek yang ditulis oleh Tommy Hendra Purwaka, ada beberapa manfaat dari pelindungan merek, yakni sebagai berikut:

 

  1. Merek dapat menghasilkan income bagi perusahaan melalui lisensi, penjualan, komersialisasi dari merek yang dilindungi.
  2. Merek dapat meningkatkan nilai atau jaminan di mata investor dan institusi keuangan.
  3. Dalam penjualan atau merger aset merek dapat meningkatkan nilai perusahaan secara signifikan.
  4. Merek meningkatkan performance dan competitiveness/daya saing.
  5. Dengan pendaftaran merek membantu pelindungan dan penegakan haknya.
  6. Pelindungan hukum secara perdata juga diberikan kepada pemegang merek yang sah