Sebelum kita mengenal perbedaan dari hak cipta dan paten, yuk kenali terlebih dahulu pengertiannya!

Sesuai dengan UU No. 13 tahun 2016 tentang Paten, paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya. Paten memiliki karakteristik dalam invensi yang dapat dipatenkan, yakni:

  1. Invensi tersebut baru, artinya jika pada saat pengajuan permohonan paten invensi tersebut tidak sama dengan teknologi yang diungkapkan sebelumnya;
  2. Mengandung langkah inventif, artinya invensi tersebut merupakan hal yang tidak dapat diduga sebelumnya bagi seseorang yang mempunyai keahlian tertentu dibidang teknik;
  3. Dapat diterapkan dalam industri, artinya jika invensi tersebut dapat diproduksi atau dapat digunakan dalam berbagai jenis industri.

Sedangkan berdasarkan UU No. 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta, hak cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Karakteristik dalam hak cipta ialah perlindungan diberikan bukan terhadap ide melainkan terhadap ekspresi dari ide dari pencipta tersebut.

Apabila kita melihat kedua pengertian tersebut, terdapat persamaan pada keduanya yakni dilihat dari sifat atau bentuk haknya yaitu hak atas benda yang tidak berwujud dan mengenai si Pencipta atau inventor yang menerima hak eksklusif dari negara atas ciptaan atau invensi yang telah didaftarkan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual – Kemenkumham.

Lalu apa saja yang perbedaan dari Paten dan hak cipta?

  1. Prinsip terhadap timbulnya perlindungan

Sesuai dengan Pasal 34 ayat 2 UU Paten, Pelindungan sistem paten di Indonesia berlaku sistem first to file sehingga pelindungan diberikan kepada mereka yang lebih dulu mengajukan permohonan patennya.

Sedangkan pada hak cipta berlaku prinsip deklaratif, artinya pelindungan atas ciptaan tersebut timbul setelah dilakukan pengumuman terhadap ciptaan tersebut tanpa perlu melakukan pendaftaran seperti hak kekayaan intelektual lainnya. Meski tidak menjadi syarat pelindungan, pencatatan hak cipta dapat menjadi suatu bukti permulaan bahwa ciptaan adalah milik seseorang ketika terjadi sengketa.

  1. Objek perlindungan

Cakupan atau batasan perlindungan paten adalah Invensi yang Terkait dengan Teknologi atau solusi teknologi.

Sedangkan objek dari perlindungan hak cipta tercakup dalam bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra, meliputi:

  • Buku, pamflet dan semua hasil karya tulis lain;
  • Ceramah, kuliah, pidato dan ciptaan sejenis lainnya;
  • Alat peraga yang diperuntukkan untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;
  • Lagu atau musik dengan atau tanpa teks;
  • Drama, drama musikal, tari, koreografi, pantomim dan pewayangan;
  • Karya seni rupa dalam segala bentuk: lukisan gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung atau kolase;
  • Karya arsitektur;
  • Peta;
  • Karya seni batik atau seni motif lain;
  • Karya fotografi;
  • Potret;
  • Karya sinematografi;
  • Permainan video;
  • Program komputer;
  • Perwajahan karya tulis;
  • Terjemahan tafsir, bunga rampai, basis data, adaptasi, aransemen, modifikasi dan karya lain dari hasil transformasi;
  • Terjemahan, adaptasi, aransemen, transformasi atau modifikasi ekspresi budaya tradisional;
  • Kompilasi ciptaan atau data baik dalam format yang dapat dibaca program komputer atau media lainnya;
  • Kompilasi ekspresi budaya tradisional selama kompilasi tersebut adalah karya yang asli.
  1. Jangka waktu perlindungan

Jangka waktu Perlindungan paten berlangsung selama 20 tahun sejak didaftarkan untuk
paten biasa dan 10 tahun sejak didaftarkan untuk paten sederhana. Perlindungan
paten tidak dapat diperpanjang dengan asumsi
masa perlindungan paten tersebut
diharapkan sudah cukup dan dapat dimanfaatkan oleh inventor atau pihak lebih
lanjut dalam memperoleh manfaat ekonomi dari paten tersebut.

Sedangkan jangka waktu perlindungan terhadap hak cipta dibagi menjadi dua berdasarkan objek dari perlindungannya, yakni:

  1. Perlindungan berlaku seumur hidup pencipta dan terus berlangsung selama 70 tahun setelah pencipta meninggal. Masa perlindungan ini berlaku untuk karya tulis, alat peraga, lagu atau musik, drama, karya seni rupa, ceramah, karya arsitektur, peta, karya seni batik.
  2. Perlindungan berlaku selama 50 tahun sejak pertama kali diumumkan. Masa perlindungan ini berlaku untuk karya fotografi, potret, karya sinematografi, program komputer, terjemahan adaptasi, terjemahan, tafsir, kompilasi catatan, kompilasi ekspresi budaya tradisional.