Sesuatu karya yang diciptakan oleh seseorang atau suatu pihak tentunya memiliki hak cipta. Berkaitan dengan penggunaan hak cipta, maka pada dasarnya tidak ada orang atau pihak lain yang bisa mengambil alih hak cipta atas suatu karya. Sehingga, jika seseorang menggunakan karya orang lain tanpa seizin pemiliknya maka dapat dikatakan melakukan pelanggaran hak cipta.

Upaya yang dapat dilakukan dalam mengantisipasi agar tidak ada pelanggaran hak cipta adalah meminta izin kepada si pencipta jika hendak menggunakan karyanya. Akan tetapi, mendapatkan izin atau mendapatkan lisensi tidak semudah itu. Selain memerlukan waktu yang tidak sebentar, juga harus memerlukan berbagai perjanjian yang harus disepakati oleh kedua pihak..

Untuk mengatasi persoalaan dalam penggunaan karya cipta tersebut, terdapat solusi yang dapat digunakan, yakni penggunaan lisensi creative commons.

Creative commons berfungsi agar pencipta dengan dapat dengan mudah dan fleksibel untuk meningkatkan aksesibilitas dan penggunaan karya-karya ilmiah mereka. Lisensi ini juga menghendaki bahwa pengetahuan itu layak untuk disebarluaskan secara bebas kepada setiap orang.  Selain itu, dengan menggunakan lisensi creative commons, pemilik karya tetap dijamin mendapatkan kredit (pengakuan) atas materi atau karya yang telah diciptakannya.

Creative Commons License (Lisensi Kreativitas Bersama yang selanjutnya disingkat Lisensi CC) adalah terborosan yang dibuat organisasi nirlaba untuk dunia maya.

Akan tetapi, sudahkah Anda memahami apa itu Creative Commons?

Melalui Creative Commons, pencipta bisa menentukan lisensi atas karyanya. Ia menentukan untuk apa saja karyanya bisa digunakan atau yang biasa dikenal dengan lisensi.

Nah, lantas, apa saja pilihan lisensi Creative Commons? Ini dia jawabannya!

  1. Atribution CC-BY

Lisensi yang memberikan kepada para pengguna hak untuk mendistribusi/mengulik/mendesain ulang hasil suatu karya bahkan secara komersial sepanjang para pengguna memberikan kredit atas suatu hasil karya

  1. Atribution Share Alike – CC BY

Lisensi yang memberikan kepada para pengguna hak untuk mendistribusi/mengulik/mendesain ulang hasil suatu karya selama pengguna memberikan kredit dan membayar lisensi atas suatu karya baru berdasarkan perjanjian yang identic dan telah disepakati.

  1. Atribution – No Derivs CC BY ND

Lisensi ini mengizinkan distribusi ulang hasil karya secara komersial maupun non-komersial sepanjang penerbitannya tidak mengubah isi karya secara utuh serta memberikan credit kepada pencipta karya.

  1. Atribution Non Commercial CC BY NC

Lisensi ini memperbolehkan pengguna lain untuk melakukan editing secara ulang/mengulik dan membangun kembali suatu karya secara non-komersial selama pengguna memberikan kredit dan menjatuhkan lisensi terhadap karya barunya dalam suatu ranah yang sama.

  1. Atribution Non Commercial Share Alike CC BY NC SA

Lisensi ini memperbolehkan pengguna untuk melakukan editing secara ulang, mengulik, sepanjang mereka memberikan kredit kepada pencipta karya dan memberikan lisensi terhadap karya mereka dalam suatu ranah yang sama.

  1. Atribution Non Commercial No Derivs CC BY NC ND

Lisensi ini merupakan lisensi yang paling terbatas dari lisensi lainnya, yang hanya memberikan izin kepada pengguna hanya sebatas mengunduh dan memberikan kredit kepada pencipta karya selama mereka memberikan kredit kepada pencipta. Akan tetapi, pengguna tidak dapat mengubah karya dan/atau menggunakan karya secara komersial.

Demikian jenis-jenis Creative Commons. Jangan lupa, manfaatkan ini untuk menjaga karyamu dari pelanggaran hak cipta, ya!

Kredit Gambar