Merek berfungsi sebagai tanda pengenal untuk membedakan hasil produksi yang dihasilkan seseorang atau beberapa orang atau badan hukum dengan produksi orang lain atau badan hukum lainnya. Merek juga memiliki fungsi sebagai jaminan kualitas, tanda asal barang, dan memegang peranan penting dalam era perdagangan bebas. Dalam praktiknya merek digunakan untuk membangun loyalitas konsumen. Pendaftaran atas merek merupakan suatu keharusan apabila pemilik merek menghendaki agar menurut hukum dipandang sebagai orang yang berhak atas suatu merek. Merek terdaftar mendapat perlindungan hukum untuk jangka waktu 10 tahun sejak tanggal penerimaan dan jangka waktu tersebut dapat diperpanjang.

Berdasarkan Pasal 1 Undang-undang No. 20 Tahun 2016 Tentang Merek, merek dapat dibagi dalam tiga (3) jenis, yaitu sebagai berikut:

Merek Dagang

Merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang sejenis lainnya.

Merek Jasa

adalah Merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa sejenis lainnya.

Merek Kolektif

Merek yang digunakan pada barang dan/atau jasa dengan karakteristik yang sama mengenai sifat, ciri umum, dan mutu barang atau jasa serta pengawasannya yang akan diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya.

Bentuk dan Wujud merek dimaksudkan untuk membedakan dari barang sejenis milik orang lain, oleh karena itu, maka terdapat beberapa jenis merek, yaitu:

Merek Lukisan (Beel Mark)

Bentuk ini mempunyai daya pembeda dalam wujud lukisan atau gambar antara barang atau jasa yang satu dengan barang atau jasa yang lain yang sejenis. Contoh: merek cat Kuda Terbang, yaitu lukisan atau gambar kuda bersayap yang terbang.

Merek kata (Word Mark)

Merek ini mempunyai daya pembeda dalam bunyi kata antara barang atau jasa yang satu dengan barang atau jasa yang lain yang sejenis. Contoh: Rexona untuk deodorant, Bodrex untuk obat flu, Daihatsu untuk mobil.

Merek Huruf atau Angka

Bentuk ini mempunyai daya pembeda dalam wujud huruf atau angka antara barang atau jasa yang satu dengan barang atau jasa yang lain yang sejenis. Contoh: ABC untuk kecap dan sirup, 555 untuk buku tulis.

Merek Nama

Bentuk ini mempunyai daya pembeda dalam wujud nama antara barang atau jasa yang satu dengan barang atau jasa yang lain yang sejenis. Contoh: Louis Vuitton untuk tas, Vinesia untuk dompet.

Merek Kombinasi

Bentuk ini mempunyai daya pembeda dalam wujud lukisan, gambar dan kata antara barang atau jasa yang satu dengan barang atau jasa yang lain yang sejenis. Contoh: jamu Nyonya Meneer yang merupakan kombinasi gambar seorang nyonya dan kata Fungsi Merek kata nyonya Meneer.