Indonesia merupakan salah satu negara yang telah meratifikasi WTO dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994. Dengan demikian Indonesia harus memberlakukan TRIPs sebagai ketentuan yang mengatur Hak Kekayaan Intelektual, dimana dalam hukum TRIPs terdapat 7 (tujuh) bidang HKI salah satunya adalah Industrial Design atau Desain Industri.

Desain Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan dari padanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang komoditas industri, atau kerajinan tangan.

Desain industri merupakan bagian dari hak kekayaan intelektual Indonesia yang dikelompokkan dalam bidang teknologi, tetapi memiliki perbedaan dengan paten, yaitu:

  1. Tidak memerlukan syarat inventi (inventive step) seperti pada paten;
  2. Mengutamakan keahlian/keterampilan kerja bersifat seni (skill and artistic work);
  3. Cenderung mengikuti mode musiman yang distandarisasi (standar seasonal fashion);
  4. Mewajibkan mendesain sesuai dengan ketentuan The Hauqe agreement (London Act) Concerning The International Deposit of Industrial Design

Selain itu, terdapat pula perbedaan desain industri dengan hak cipta yaitu perlindungan hak cipta bersifat otomatis saat ekspresi nyata terwujud dan tanpa pendaftaran (deklaratif), sedangkan perlindungan desain industri diberikan berdasarkan pendaftaran terhadap disain yang baru (konstitutif). Karya cipta merupakan sebuah karya master piece dan tidak diproduksi secara massal, sedangkan desain industri diproduksi massal.

Merujuk pada UU No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri, perlindungan hukum terhadap desain industri akan diberikan apabila sebuah inovasi atau kreasi telah terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI). Adapun desain industri yang dapat didaftarkan, ialah:

  1. Desain Industri yang memiliki kebaruan (novelty) dengan catatan jika pada tanggal penerimaan permohonan pendaftaran Desain Industri tersebut tidak sama dengan pengungkapan Desain Industri yang telah ada sebelumnya;
  2. Tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, ketertiban umum, agama, atau kesusilaan.

Setelah melakukan pendaftaran maka seorang pendesain akan memiliki hak desain industri. Hak Desain Industri adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara Republik Indonesia kepada Pendesain atas hasil kreasinya untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri, atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakan hak tersebut. Perlindungan terhadap hak desain industri diberikan untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak Tanggal Penerimaan dan tidak dapat diperpanjang. Tanggal mulai berlakunya jangka waktu perlindungan sebagaimana dimaksud dicatat dalam Daftar Umum Desain industri dan diumumkan dalam Berita Resmi Desain Industri.

Terdapat beberapa memanfaat yang akan didapatkan setelah mendaftarkan desain industri, yaitu:

  1. memberikan legalitas bagi pemegang hak berupa hak eksklusif untuk melaksanakan hak yang dimilikinya dan melarang orang lain tanpa persetujuannya membuat, memakai, menjual, mengimpor dan/atau mengedarkan barang yang diberikan hak desain industri.
  2. Dengan mendaftarkan desain industri, para pesaing dapat dicegah untuk memalsukan dan meniru, dengan demikian posisi jual pemilik desain menjadi lebih kuat
  3. Desain industri merupakan asset bisnis yang dapat meningkatkan nilai komersial suatu perusahaan dan produk-produk yang dihasilkan. Semakin sukses suatu desain semakin tinggi pula nilainya bagi perusahaan terkait.
  4. Desaain yang sudah dilindungi juga dapat dilisensikan (dijual) kepada pihak lain sehingga dapat meningkatkan keuntungan
  5. Pendaftaran desain industri mendorong berlangsungnya praktek persaingan sehat dan perdagangan yang jujur yang selanjutnya akan mendorong diproduksinya beragam produk yang secara estetika lebih menarik.