Indonesia sempat masuk ke dalam daftar Priority Watch List (PWL) selama 33 tahun yang dibuat oleh USTR (United States Trade Representative). PWL berisi daftar negara yang memiliki tingkat pelanggaran Kekayaan Intelektual cukup berat. PWL sendiri merupakan daftar negara-negara yang dianggap memiliki “kekurangan hak kekayaan intelektual yang serius” oleh USTR.

Menurut laporan tahunan Special 301, sebelum tahun 2000 Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang masih masuk ke dalam Priority List (daftar negara yang menjadi prioritas untuk diawasi) untuk kasus pelanggaran HKI. Sebabnya Indonesia dituding sebagai surga pembajakan hak cipta rekaman musik dan hiburan. Hal tersebut karena sering dijumpai dan didominasi oleh produk CD dan VCD bajakan.

Status Indonesia dalam PWL ini sangat berdampak baik secara nasional maupun global. Secara nasional, Indonesia akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan investor, serta secara global dampaknya Indonesia akan selalu dicap sebagai tempat peredaran barang palsu.

Pada tahun 2021, Indonesia merubah statusnya dari Priority Watch List (PWL) menjadi Watch List (WL).  Kategori Watch List (WL) juga dianggap memiliki kekurangan serupa, akan tetapi tidak termasuk ke dalam PWL sehingga dapat dikatakan sedikit lebih baik dari pada PWL.

Sehingga tanpa kita sadari, hingga sampai ini Indonesia memang dapat kita katakan memiliki kekurangan terhadap perlindungan kekayaan intelektual, hal ini dapat dijumpai beberapa fakta masih maraknya market place menjual barang tiruan atau “KW”. Tindakan tersebut dapat dikatakan salah satu pelanggaran terhadap HKI yang dapat kita jumpai pada kehidupan sehari-hari.

Maraknya kasus pelanggaran HKI di Indonesia jika tidak ditangani segera akan menjadi fenomena gunung es, dikhawatirkan selain dapat mengancam reputasi Indonesia di mata dunia Internasional, hal ini akan menghambar investasi dan tentunya akan menyulitkan produk mancanegara untuk berkembang. OIeh karenanya, penting bagi kita untuk memahami seluk beluk hak kekayaan intelektual dan bagaimana perlindungannya.

Wujudkan kepastian hukum produk anda dengan mendaftarkan hak kekayaan intelektual berupa merek, hak cipta, desain industri dan paten. Tidak lupa selain itu, Anda juga harus berkontribusi agar tidak adanya pelanggaran hak cipta dengan tetap menggunakan produk asli/original.

Melihat maraknya pelanggaran hak kekayaan intelektual, penting bagi kita untuk senantiasa melindungi dengan cara mendaftarkan HKI. Banyak manfaat yang Anda bisa dapatkan dengan mendaftarkan HKI, seperti mendapat tanda pengenal produk anda, melindungi karya, meningkatkan nilai jual serta yang terpenting dan yang utama adalah mendapatkan perlindungan hukum.