Menyambut Hari Hak Kekayaan Intelektual Sedunia yang jatuh pada setiap 26 April, CekHKI turut serta dalam mendorong sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual untuk mendorong inovasi dan kreatifitas di Indonesia.

 

Peran dari kekayaan intelektual terutama dengan tumbuhnya berbagai usaha rintisan adalah untuk melindungi ide yang terbentuk dan diluncurkan ke pasar. Hal ini dapat mendorong pemulihan ekonomi, perkembangan bisnis, dan kesejahteraan masyarakaat.

 

Dalam penelitian yang diadakan pada 1981 – 1990, terungkap bahwa upaya perlindungan hak kekayaan intelektual memiliki dampak signifikan terhadap inovasi dan kemajuan teknologi suatu Negara. Dengan sistem perekonomian terbuka, perlindungan HKI juga memainkan peran penting dalam mendukung pertumbukan ekonomi. Misalnya berdasarkan penelitian ditemukan bahwa semakin kuat perlindungan Hak Kekayaan Intelektual di suatu negara, maka akan memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap perekonomian pada negara-negara yang menerapkan sistem perekonomian yang terbuka

 

Pandemi Covid 19 juga telah mengubah peta perekonomian, pemasaran, hingga ke perilaku masyarakat. Pemerintah, sektor swasta dan organisasi non pemerintah mulai melirik berbagai inovasi untuk menghadapi tantangan pada masa pandemic Covid 19. Salah satu hal yang dilirik adalah maraknya pengunaan teknologi.

 

Penggunaan teknologi memperluas kesempatan bagi para pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif. Dalam sebuah survey yang diadakan pada 2015 menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif menciptakan PDB sebesar 852 triliun pada 2015. Dalam hal ini berarti sektor ekonomi kreatif telah menyumbang 7,38 persen terhadap total perekonomian nasional.

 

Dalam upaya turut serta mendukung program pemulihan ekonomi nasional, CekHKI meluncurkan program “Pemberantasan Buta HKI”. Program ini bertujuan untuk memperkuat perlindungan kekayaan intelektual terhadap berbagai inovasi yang dihasilkan oleh masyarakat terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

 

CekHKI akan menggelar berbagai virtual event untuk pengenalan HKI untuk masyarakat baik melalui platform youtube ataupun melalui berbagai kegiatan webinar yang diadakan selama 1 tahun. Selain menggelar aktif berbagai kegiatan virtual, CekHKI juga menggelar promosi untuk mendukug program “Pemberantasan Buta HKI”.

 

Masyarakat dapat memanfaatkan konsultasi mengenai HKI secara gratis selama 80 menit dengan Konsultan HKI terdaftar. Masyarakat juga dapat mendaftarkan mereknya secara mandiri dengan bimbingan teknis dengan Konsultan HKI terdaftar. Kedua layanan ini dapat diakses dengan menggunakan kode promo “gakbutahki”. Tidak hanya itu, CekHKI juga memberikan potongan harga sebesar 20% untuk seluruh layanan pendaftaran HKI yang dapat diakses dengan menggunakan kode promo “cekHKI”. Semuanya dapat diakses oleh masyarakat hingga 30 April 2021.

 

Sebagai pembuka dari program “Pemberantasan Buta HKI”. CekHKI menggelar Webinar dengan tema “Dampak UU Cipta Kerja pada Perlindungan HKI“. Masyarakat dapat mengikuti Webinar dengan secara gratis.