Pada saat ini Indonesia terus berupaya untuk menangani penyebaran dari covid-19. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperluas penggunaan vaksin covid-19. Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme atau bagiannya atau zat yang dihasilkannya yang telah diolah sedemikian rupa sehingga aman, vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik tubuh agar terhindar dari tertular virus ataupun kemungkinan sakit berat.

Salah satu ilmuwan terciptanya Vaksin Covid-19 yaitu Sarah Gilbert, mengaku melepas hak paten dalam produk vaksin AstraZeneca agar vaksin tersebut bisa dijual dengan harga murah dan dapat diakses seluruh dunia. Namun pada saat ini sebagian besar negara yang memproduksi vaksin malah menentang pengabaian terhadap hak paten. Mereka berpendapat jika pengabaian paten dapat mengakibatkan terjadinya produksi vaksin palsu dan di bawah standar yang dapat meningkatkan keraguan terhadap penggunaan vaksin.

Terlepas dari perdebatan yang tengah berlangsung, namun apakah sebenarnya yang dimaksud dengan Paten?

Paten diatur pada UU RI No. 13 Tahun 2016 Tentang Paten dimana sesuai dengan Pasal 1, Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya. Sesuai dengan pengertian tersebut yang dimaksud dengan Invensi adalah ide inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses.

Namun tidak semua invensi dapat diberikan paten, adapun beberapa invensi yang tidak dapat diberi Paten meliputi:

  1. proses atau produk yang pengumuman, penggunaan, atau pelaksanaannya bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, agama, ketertiban umum, atau kesusilaan;
  2. metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan/atau pembedahan yang diterapkan terhadap manusia dan/atau hewan;
  3. teori dan metode di bidang ilmu pengetahuan dan matematika;
  4. makhluk hidup, kecuali jasad renik; atau
  5. proses biologis yang esensial untuk memproduksi tanaman atau hewan, kecuali proses nonbiologis atau proses mikrobiologis.

Hak eksklusif yang diberikan oleh paten merupakan hal penting untuk perusahaan yang inovatif untuk memperoleh keuntungan dalam iklim bisnis yang menantang, berisiko dan dinamis. Selain itu ada beragam manfaat kenapa sebuah invensi harus dipatenkan, yaitu:

  1. Membantu perusahaan menjadi pemain utama dalam pasar, mengurangi ketidakjelasan, risiko dan persaingan usaha dari pendompleng dan pembajak invensi.
  2. Pemilik paten dapat melisensikan hak yang dimilikinya guna memperoleh bayaran dan/atau royalti. Lisensi adalah memberikan izin untuk menggunakan invensi dengan beberapa persyaratan tertentu.
  3. Perlindungan paten dari invensi akan membantu pengembalian biaya dan memperoleh keuntungan yang tinggi dari investasi yang telah dilakukan.
  4. Melisensikan paten kepada pihak lain dapat memberikan akses untuk masuk ke dalam pasar baru baik dalam dan luar negeri.
  5. Paten efektif untuk mencegah pihak lain untuk mematenkan invensi yang serupa atau sama.
  6. Portofolio paten yang kuat dapat digunakan kepada perusahaan-perusahaan agar tertarik untuk menanamkan modal pada invensi tersebut.
  7. Meningkatkan kemampuan untuk melakukan tindakan hukum terhadap pemalsu invensi yang sudah dilindungi.
  8. Beberapa perusahaan akan memberitahukan daftar paten yang mereka miliki melalui iklan untuk memberikan citra inovatif kepada masyarakat.