Saat ini pertumbuhan pelaku usaha di e-commerce semakin menggeliat dan dipastikan jumlahnya akan terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi. Namun, ternyata dari sekian banyaknya pelaku usaha, masih sedikit yang memprioritaskan untuk mendaftarkan mereknya, padahal hal ini sangat penting dilakukan oleh pelaku usaha.

Penting bagi pengusaha untuk mendaftarkan berbagai macam trademark guna melindungi hak intelektual bisnis mereka seperti merek, hak cipta, paten, desain industri, desain tata letak sirkuit terpadu, rahasia dagang, indikasi geografis.

Utamanya bagi pelaku usaha di e-commerce, perlindungan terhadap merek menjadi penting untuk diperhatikan. Untuk melindungi logo, nama usaha dan asset binis lainnya diperlukan perlindungan terhadap merek. Karena itu pendaftaran merek sangat penting dilakukan agar merek yang digunakan dalam kegiatan usaha mendapatkan perlindungan hukum.

Terlebih salah satu alasan mengapa perlindungan merek layak untuk diprioritaskan adalah merek merupakan asset yang tidak ternilai harganya, apalagi jika suatu bisnis divaluasikan atau ketika semakin dikenal.

Berikut beberapa masalah yang dapat timbul yang disebabkan kurangnya upaya perlindungan terhadap merek!

  1. Merek yang tidak terdaftar tidak mendapatkan perlindungan hukum yang sah dan mutlak dari negara. Selain itu, pihak yang menemukan merek pertama kali dan belum mendaftarkan maka pihak pihak lain yang mendaftarkan merek dengan nama yang sama ialah yang akan mendapatkan perlindungan hukum yang sah karena Indonesia menganut asas first to file system.
  2. Tanpa perlindungan merek, sebuah bisnis berisiko mengalami plagiarisme merek oleh pihak/perusahaan lain. Banyak contoh bisnis yang memiliki masalah tentang merek dan berakhir di meja hijau, bukan hanya risiko kekalahan perkara, tuntutan hukum juga dapat menguras finansial, waktu dan sumber daya dan juga pikiran.
  3. Sering kali terjadi permasalahan dari dua rekan bisnis yang terkadang memutuskan untuk berpisah dan memulai bisnis baru, hal ini mungkin terjadi jika salah satu rekan bisnis memulai usaha yang baru yang sejenis dan kemudian hal ini memiliki kemungkinan menggunakan merek atau logo yang mirip. Jika suatu merek bisnis telah terdaftar, pelaku usaha tidak perlu khawatir jika suatu saat mitra usahanya memutuskan untuk berpisah.

Dengan mendaftarkan mereknya, masalah diatas dapat diminimalisir oleh Anda. Dilansir dari berita, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Freddy Harris juga menyebutkan bahwa hanya ada sekitar 70 ribu pelaku UMKM yang mendaftarkan mereknya dari lebih dari 65 juta pelaku usaha pada tahun 2019 sampai 2021.

Perlunya meningkatkan kesadaran merek (brand awareness). Suatu produk atau jasa dapat dikenal luas oleh masyarakat bergantung dari eksistensi merek tersebut di pasaran. Merek suatu produk haruslah dikomunikasikan dengan tepat agar bisa masuk ke dalam benak konsumen sehingga eksistensi merek dapat terbentuk. Komunikasi yang tepat dapat membantu menumbuhkan kesadaran merek secara optimal. Jadi jangan ragu ya untuk mendaftarkan merekmu!