NFT atau Non-Fungible Token kini menjadi topik perbincangan hangat. Meskipun teknologi ini sudah ada sejak 2014, popularitas perdagangan NFT baru-baru ini meningkat drastis ditambah munculnya nama “Ghozali” sosok yang berhasil menjual foto-foto protret dirinya selama beberapa tahun di situs Opensea sebuah marketplace yang menggunakan mata uang kripto Ethereum (ETH) dengan meraih keuntungan miliaran rupiah.

Diterjemahkan dari Kamus Merriam-Webster, NFT didefinisikan sebagai:

“pengenal unik yang tidak bisa disalin, ditukar, ataupun dipecah lagi, yang dicatat dalam blockchain, serta yang digunakan untuk menyatakan keaslian dan kepemilikan (semacam peninggalan digital tertentu serta hak tertentu yang terkait dengannya)”

NFT digemari banyak pihak karena memberikan kesempatan bagi pencipta suatu karya dan investor untuk melakukan jual beli atas objek digital secara eksklusif. Lantas apakah dengan membeli NFT Anda sudah otomatis mendapatkan hak kekayaan intelektual atas NFT tersebut?

Pada dasarnya hal itu tergantung dengan kesepakatan antara pembeli dan penjual NFT tersebut, Jika Anda menjadi pemilik NFT maka setidaknya memiliki dua hak:

  1. Right to prevent

Larangan untuk melarang siapapun yang menggunakan aset kekayaan hak kekayaan intelektual Anda

  1. Right to license

Anda dapat memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakan aset hak kekayaan intelektual Anda tersebut.

Mengenai konsep royalti dari NFT akan di dapat dari hasil penjualan yang akan terus mengalir pada setiap penjualannya meski sudah berkali-kali pindah tangan pada pembeli yang lain kesekian kalinya.

Royalti dalam NFT akan tercatat secara otomatis di dalam blockchain dengan adanya smart contract. NFT dapat diautentifikasi sehingga Anda dapat mengetahui pembuat dan pemilik asli NFT tersebut. Sehingga di dalam smart contract yang berisi hak dan kewajiban antara pemilik dan pembeli NFT. Dalam hal ini, baik yang berlaku sebagai pembeli maupun penjual, sebaiknya saling mengkomunikasikan dengan jelas mengenai hak-hak apa saja yang dipertahankan atau diberikan, yang kemudian dimasukan ke dalam smart contract.

Yang penting untuk kita ketahui bersama adalah hak cipta sebagai wujud agar hak ekonomi ini tetap “eksklusif” bagi mereka yang memilikinya, maka setiap orang diluar pemegang hak ekonomi yang melakukan kegiatan-kegiatan sebagaimana tersebut diatas harus memiliki izin dari Pencipta.

Arus digitalisasi semakin tak tertahankan, Anda perlu menggali lebih dalam perlindungan kekayaan intelektual dalam dunia digital yang semakin berkembang. Jangan lupa untuk senantiasa melakukan perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual Anda ya!